أ‌.       النظرية السلوكية

  1. نشأتها

النظرية السلوكية أو النظرية الترابية -كما يطلق أحيانا- احدى نظرية التعلم التي نشأت في نهاية القرن التاسع عشر الميلادي وبداية القرن العشرين[1]. بدأت هذه النظرية على يد العالم الروسي بافلوفPavlov  (1839-1936 م)، الذي كان يقيس مقدار ما يسيل من لعاب الكلب عندما كان يقدم له الطعام.

أجرى بافلوف تجاربه المشهورة على الكلب، حيث ربط بين المثير الحقيقي وهو الطعام والمثير الثانوي وهو إضاءة مصباح كهربائي (أو قرع الجرس في التجارب الأولى)، بحيث يسيل لعاب الحيوان بمجردة إضاءة المصباح حتى لو لم يقدم له الأكل بعد ذلك. ويسمى فرع المدرسة السلوكية هذا بمدرسة التدريب التقليدي classical conditioning وتبين هذه التجربة أن الكلب قد تعلم الصلة بين إضاءة المصباح والحصول على الطعام بصرف النظر عن وجود المثير الأصلي –وهو الطعام- أو غيابه. Baca entri selengkapnya »

Iklan

PENDAHULUAN

Setiap bahasa (language) pasti memiliki kaidah-kaidah tersendiri.. Hal tersebut juga kita temukan dalam bahasa arab yang diakui sebagai bahasa yang kaya akan kosakata. Selanjutnya tujuan dari bahasa adalah mengungkapkan tujuan sang pembicara (mutakaallim) melalui perantaraan suara yang keluar dari lisan sang mutakallim. Pada hakikatnya kata-kata terletak di dalam hati. Adapun lisan hanyalah sebagai dalil (petunjuk) ‘al-kalam an-nafsy’ yang terdapat dalam hati. Untuk itu tidak mudah mengungkapkan apa yang tersirat dalam hati (al-kalam an-nafsy), kecuali dengan kaidah-kaidah yang dapat menjaga dari kesalahan-kesalahan dalam penyampaian esensi maksud yang diharapkan mutakallim. Baca entri selengkapnya »

Munajat

Posted: Mei 13, 2011 in Uncategorized

Ilahi,
Akulah fakir dalam kecukupanku
Bagaimana aku tidak fakir dalam kefakiraku?
Ilahi,
Akulah si bodoh dalam pengetahuanku
Bagaimana aku tidak bodoh dalam kebodohanku?
Ilahi,
Ragam aturanmu di semesta ini
Dan kecepatan manifest ketentuan-ketentuanMu
Telah mencegah hamba-hambaMu yang mengenalMu
Dan tiada harapan dariMu dalam cobaan (kecuali padaMu) Baca entri selengkapnya »

Al-Hikam, sebuah nama kitab monumental yang disusun oleh sufi terkenal, Ibnu ‘Athoillah As-Sakandari. Dalam kitab tersebut terdapat penjelasan panjang lebar tentang tasawuf dan prilaku seorang hamba. Di dalam kitab tersebut terdapat kata-kata indah dari Ibn Atho’illah, yang dirangkum dalam kitab al-Hikam al-‘Athoiyah. Anda dapat membacanya dengan mendownload kata-kata tersebut hukum ‘athoiyah_ibn ‘athoillah assakandariyah

Dalam ilmu Nahwu ada 4 macam i’rab, yaitu rafa’, nashab, jarr dan jazm. Ada filosofi menarik tentang i’rab rafa’ yang secara bahasa Indonesia berarti tinggi. Ada beberapa kalimat yang harus dii’rab rafa’ dalam bahasa Arab, kalimat-kalimat tersebut mempunyai filosofi tersendiri jika kita kaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Ada beberapa keriteria sehingga orang bisa mendapatkan derajat rofa’ (tinggi). Sebagaimana dijelaskan dalam Al Jurumiyah, bahwa di antara kedudukan kalimat yang mendapat hukum rofa’ atau marfu’ (yang diberi penghargaan tinggi) adalah: fa’il, naib fa’il, mubtada’, khobar dan tawabi’ marfu’(sesuatu yang mengikuti segala kalimat marfu’) seperti sifat (na’t), badal, taukid dan ‘atof. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Baca entri selengkapnya »

قل هو الله أحد (1) الله الصمد (2) لم يلد ولم يولد (3) ولم يكن له كفوا أحد (4)

(1) Katakanlah: ‘Dia-lah Allah, yang Maha Esa

 (2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

(3) Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

(4) dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia’.

ِِA.       Sebab Tutunnya Surah

Mayoritas ulama mengatakan bahwa surah ini adalah Makkiyyah. Ia turun sebagai jawaban atas pertanyaan sementara kaum musyrikin yang ingin mengetahui bagaimana Tuhan yang disembah oleh Nabi Muhammad saw. Ini karena mereka menyangka bahwa Tuhan Yang Maha Esa itu serupa dengan berhala-berhala mereka. Baca entri selengkapnya »

EVALUASI MEDIA PEMBELAJARAN

A.      Tujuan Evaluasi Media Pembelajaran

Secara terminologi evaluasi pendidikan adalah proses kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan, dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan dan usaha untuk mencari umpan balik bagi penyempurnaan pendidikan. Edwind Wandt dan Gerald w. Brown (1977) mengatakan bahwa evaluasi pendidikan adalah :  evaluation refer to the act or process to determining the value of something. Sesuatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu.

Dari pendapat yang dikemukakan oleh Edwind Wandt dan Gerald W.  Brown yang memberikan definisi tentang Evaluasi pendidikan, maka evaluasi pendidikan itu sendiri dapat diartikan suatu tindakan atau kegiatan (yang dilaksanakan dengan maksud untuk) atau suatu proses (yang berlangsung dalam rangka) menentukan nilai dari segala sesuatu dalam dunia pendidikan (yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan atau yang terjadi dilapangan pendidikan). Baca entri selengkapnya »

A.      Pengertian Bahasa

Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi.[1]

Bahasa adalah sebuah sistem, artinya, bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Sistem bahasa berupa lambang-lambang bunyi, setiap lambang bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep. Karena setiap lambang bunyi itu memiliki atau menyatakan suatu konsep atau makna, maka dapat disimpulkan bahwa setiap suatu ujaran bahasa memiliki makna. Contoh lambang bahasa yang berbunyi “nasi” melambangkan konsep atau makna ‘sesuatu yang biasa dimakan orang sebagai makanan pokok’.

B.       Karakteristik Bahasa

Telah disebutkan di atas bahwa bahasa adalah sebuah sistem berupa bunyi, bersifat abitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi. Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa di antara karakteristik bahasa adalah abitrer, produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi.

  1. Bahasa Bersifat Abritrer

Bahasa bersifat abritrer artinya hubungan antara lambang dengan yang dilambangkan tidak bersifat wajib, bisa berubah dan tidak dapat dijelaskan mengapa lambang tersebut mengonsepi makna tertentu. Secara kongkret, alasan “kuda” melambangkan ‘sejenis binatang berkaki empat yang bisa dikendarai’ adalah tidak bisa dijelaskan. Baca entri selengkapnya »

التقابلية للدارس الأجنبى

أ‌.       المفهوم والمصطلح

يقصـد بالتقابل اللغوي، أو التحليل التقابلي إجراء دراسة يقارن فيها الباحث بين لغتين أو أكثر، مبيناً عناصر التماثل والتشابه والاختلاف بين اللغات، بهدف التنبؤ بالصعوبات التي يتوقع أن يواجهها الدارسون عند تعلمهم لغة أجنبية. وهذا بالتالي يساعد في عدة أمور؛ منها : تأليف الكتب والمواد التعليمية المناسبة، وإعداد الاختبارات اللغوية المناسبة أيضاً. وغير ذلك من المجالات العملية التعليمية.

Baca entri selengkapnya »

Hello world!

Posted: Mei 5, 2011 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.